Catatan pribadi seorang perempuan yang gerah dengan situasi saat ini--situasi yang tidak berpihak kepada kaumnya serta kaum tertindas lainnya.
Selasa, 31 Agustus 2010
A small talk with Duroyan Fertl on FB
Selasa, 17 Agustus 2010
Sabtu, 14 Agustus 2010
65 Tahun Merdeka, Rakyat Menuntut "Masa Depan"!
oleh Rismayanti Priyanita
Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya? (Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945)
Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya? (Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945)
Rabu, 14 Juli 2010
Membangun Ekonomi Feminis Sosialis di Venezuela
Wawancara dengan Lidice Navas oleh Susan Spronk dan Jeffery R. Webber
Seorang aktivis revolusioner lama/senior, Lidice Navas adalah seorang pemimpin feminis sosialis yang sangat penting keberadaanya dalam Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dan seorang kandidat parlemen Amerika Latin, serta di antara sekian banyak tanggung jawab yang lainnya. Kami bertemu dengannya di Bank Pembangunan Perempuan di Caracas pada tanggal 18 Juni 2010, untuk membicarakan tentang visi sosialisme, pencapaian proses Bolivarian sejauh ini, dan apa yang masih harus dilakukan.
Seorang aktivis revolusioner lama/senior, Lidice Navas adalah seorang pemimpin feminis sosialis yang sangat penting keberadaanya dalam Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dan seorang kandidat parlemen Amerika Latin, serta di antara sekian banyak tanggung jawab yang lainnya. Kami bertemu dengannya di Bank Pembangunan Perempuan di Caracas pada tanggal 18 Juni 2010, untuk membicarakan tentang visi sosialisme, pencapaian proses Bolivarian sejauh ini, dan apa yang masih harus dilakukan.
Timor Leste dan Aktivis Australia Menolak Kebijakan Rasis Pemerintah Australia terhadap Para Pengungsi
Pernyataan Sikap Luta Hamutuk, Institut Penelitian, Advokasi dan Kampanye Timor Leste
Menurut kebijakan hubungan luar negeri Australia yang sampaikan oleh perdana menteri Australia di Sydney yang diterbitkan di berbagai media baru-baru ini , termasuk surat kabar Indonesia Jawa Post, "Perdana Menteri (PM) Julia Gillard memperketat hukum imigrasi Australia. Tidak ingin diganggu oleh masalah ekonomi dan sosial yang disebabkan oleh pencari suaka, pemimpin Australia ini berencana untuk membangun pusat penahanan bagi pencari suaka di Timor-Leste "Seperti dikutip oleh Associated Press (Jawa Post, 2010/07/07).
Pernyataan di atas menunjukkan bagaimana kebijakan luar negeri Australia ini berisikan "karakteristik rasis" terhadap Timor Leste dan kawasannya.
Menurut kebijakan hubungan luar negeri Australia yang sampaikan oleh perdana menteri Australia di Sydney yang diterbitkan di berbagai media baru-baru ini , termasuk surat kabar Indonesia Jawa Post, "Perdana Menteri (PM) Julia Gillard memperketat hukum imigrasi Australia. Tidak ingin diganggu oleh masalah ekonomi dan sosial yang disebabkan oleh pencari suaka, pemimpin Australia ini berencana untuk membangun pusat penahanan bagi pencari suaka di Timor-Leste "Seperti dikutip oleh Associated Press (Jawa Post, 2010/07/07).
Pernyataan di atas menunjukkan bagaimana kebijakan luar negeri Australia ini berisikan "karakteristik rasis" terhadap Timor Leste dan kawasannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

