Sabtu, 14 Agustus 2010

65 Tahun Merdeka, Rakyat Menuntut "Masa Depan"!

oleh Rismayanti Priyanita


Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya? (Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945)

Rabu, 14 Juli 2010

Membangun Ekonomi Feminis Sosialis di Venezuela

Wawancara dengan Lidice Navas oleh Susan Spronk dan Jeffery R. Webber

Seorang aktivis revolusioner lama/senior, Lidice Navas adalah seorang pemimpin feminis sosialis yang sangat penting keberadaanya dalam Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dan seorang kandidat parlemen Amerika Latin, serta di antara sekian banyak tanggung jawab yang lainnya. Kami bertemu dengannya di Bank Pembangunan Perempuan di Caracas pada tanggal 18 Juni 2010, untuk membicarakan tentang visi sosialisme, pencapaian proses Bolivarian sejauh ini, dan apa yang masih harus dilakukan.

Timor Leste dan Aktivis Australia Menolak Kebijakan Rasis Pemerintah Australia terhadap Para Pengungsi

Pernyataan Sikap Luta Hamutuk, Institut Penelitian, Advokasi dan Kampanye Timor Leste

Menurut kebijakan hubungan luar negeri Australia yang sampaikan oleh perdana menteri Australia di Sydney yang diterbitkan di berbagai media baru-baru ini , termasuk surat kabar Indonesia Jawa Post, "Perdana Menteri (PM) Julia Gillard memperketat hukum imigrasi Australia. Tidak ingin diganggu oleh masalah ekonomi dan sosial yang disebabkan oleh pencari suaka, pemimpin Australia ini berencana untuk membangun pusat penahanan bagi pencari suaka di Timor-Leste "Seperti dikutip oleh Associated Press (Jawa Post, 2010/07/07).
Pernyataan di atas menunjukkan bagaimana kebijakan luar negeri Australia ini berisikan "karakteristik rasis" terhadap Timor Leste dan kawasannya.

Kamis, 10 Juni 2010

.................................

aku malu kepada cermin
hampir seperempat abad
tanpa kepastian hidup
tak berguna

susahnya hidup layak di negeri ini
dimana kekayaan hanya sekedar iming-iming
sangat dekat namun tak tersentuh
banyak tapi tak terbeli

Aku malu kepada cermin
yang masih menyaksikan bumi ini
dikelilingi lautan rakyat miskin
dan menjadi lubang kuburan bagi mereka-mereka yang lapar.

Selasa, 02 Maret 2010

hilang kata-kata

mencoba tuk tetap berdiri
meski kaki mulai terasa rapuh,
tidak seperti dulu
ketika kau masih
menyapaku dengan kata-kata semangatmu

kemanakah pergi kata-kata itu?
hilangkah? matikah?
kepada siapa lagi aku harus mencarinya?
sedang orang-orang lebih senang menyembunyikannya
lalu memilih diam
tak bergerak